Early Man, Brexit, & Football is Coming Home

Early Man, Brexit, & Football is Coming Home

Industri musik internasional pernah dihebohkan dengan fenomena “British Invasion” ketika selama dekade 60-an hingga 70-an band-band asal Inggris berhasil mendominasi industri musik internasional. Amerika Serikat yang merupakan pusat industri musik internasional merasakan bagaimana The Beatles, Led Zeppelin, Deep Purple, hingga Iron Maiden berhasil menguasai animo penggemar musik tidak hanya di Amerika Serikat tetapi juga di belahan benua lainnya.

Hanya dalam industri film, posisi Amerika Serikat belum tergoyahkan. Hollywood masih terlalu tangguh untuk industri film dari belahan dunia manapun. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menembus sebagian pasar Amerika Serikat atau dengan mengincar beberapa award prestisius seperti Academy Award, Golden Globe, atau Annie Award.

Aardman Animation merupakan salah satu studio non Hollywood yang berhasil melakukan strategi ini. Mengkhususkan diri pada stopmotion, Aardman mencari celah pasar yang masih terbuka dari penguasaan Hollywood. Aardman berhasil melakukan strategi ini selama tiga dekade terakhir.

Chicken Run, stopmotion produksi Aardman di penghujung abad 20, berhasil secara komersil menembus pasar film animasi internasional. Film feature stopmotion yang disutradarai Nick Park ini bahkan sempat membuat DreamWorks dan Walt Disney bersaing untuk mendapatkan hak distribusi. Setelah melalui negosiasi yang alot, DreamWorks berhasil mendapatkan hak distribusi untuk Chicken Run.

Beberapa tahun kemudian, Aardman merilis Wallace & Gromit: The Curse Were-Rabbit. Film ini berhasil menjadi stopmotion pertama yang mendapatkan  Academy Award for Best Animated Feature. Selain melalui feature film, Aardman juga berhasil melalui serangkaian serial film televisi seperti Shaun The Sheep.

Pada awal tahun 2018 ini, Aardman merilis Early Man, feature film stopmotion yang disutradarai oleh Nick Park. Sebelumnya, Nick Park juga menjadi sutradara untuk Chicken Run dan Wallace & Gromit: The Curse Were Rabbit.

Early Man sebenarnya merupakan film animasi sebagaimana film-film animasi lainnya. Bedanya terletak pada dua momentum rilis, yaitu ketika Inggris melalui referendum menyatakan mundur dari Uni Eropa (UE) dan menjelang Piala Dunia 2018. Sebuah hal yang sulit diingkari adalah, film merupakan fenomena sosial yang sekaligus menjadi cermin fenomena politik sebuah negara.

Keputusan Inggris keluar dari UE (Brexit: British Exit), membuat negara tersebut seperti terisolir dari Eropa. Daratan Inggris Raya yang terpisah dari Eropa daratan membuat brexit bagaikan Inggris sedang mengisolir diri mereka dari tetangganya.

Pada 23 Juni 2016, UK (United Kingdom – Inggris, Skotlandia, Wales) melaksanakan referendum serentak untuk mengambil keputusan soal masa depan mereka di UE. Hasil referendum tersebut akhirnya membawa UK keluar UE, setelah 72 persen voter memilih brexit. Deklarasi resmi brexit akan dilangsungkan pada 29 Maret 2019.

Susah mengatakan bahwa Early Man merupakan cerita tentang Brexit meskipun sisi psikologisnya sama. Mulai diproduksi pada tahun 2016, di masa-masa ketika perbincangan brexit sudah cukup memanas. Tidak ada pernyataan resmi dari pihak Aardman bahwa Early Man adalah brexit yang dibawa ke dalam film animasi. Namun, jalan cerita dalam Early Man seperti parodi brexit ketika Inggris berada di zaman batu.

Early Man dimulai dari daratan Inggris kuno ketika hewan-hewan purbakala masih hidup. Manusia gua (cave man) yang hidup dengan mengandalkan berburu harus dikejutkan ketika sebuah meteor besar datang di sebuah tempat yang sekarang berada di dekat Manchester. Meteor tersebut menyisakan sebuah bola api. Manusia gua tersebut, akhirnya menemukan permainan sepakbola dari bola api sisa meteor.

Beberapa abad kemudian, lembah tempat jatuhnya meteor tersebut menjadi tempat subur dan dihuni oleh beberapa manusia gua. Mereka hidup tenang dan hanya mengandalkan hidup dari berburu kelinci. Sampai suatu ketika, manusia dari zaman perunggu datang. Sebagaimana watak manusia Eropa, mereka akan menguasai wilayah yang berisi manusia dengan peradaban tertinggal.

Karakter utama Early Man, Dug, seorang anak muda bersemangat. Bersama karibnya, Hognob (seekor babi hutan), Dug setiap hari berburu kelinci di hutan. Kebiasaan Dug harus terhenti ketika sekumpulan manusia zaman perunggu yang dipimpin Lord Nooth datang menguasai lembah nan hijau tersebut.

Lord Nooth memiliki sebuah klub sepakbola, Real Bronzio, yang berisi para pemain juara. Real Bronzio berisi pemain bintang dari berbagai negara. Aardman secara sengaja mengasosiasikan Real Bronzio dengan Real Madrid. Real Bronzio dipimpin oleh kapten ahli mencetak gol bernama Jurgend. Negara mana di Eropa yang memiliki nama Jurgend selain Jerman? Di luar konstestasi politik ekonomi, Jerman dengan 4 trofi Piala Dunia dan 3 trofi Piala Eropa adalah negara terkuat di Eropa untuk urusan sepakbola. Baik politik, ekonomi, dan sepakbola, hambatan utama Inggris di Eropa adalah Jerman. Sebagaimana Jurgend kapten di Real Bronzio, Jerman adalah kapten bagi Uni Eropa.

Kesempatan untuk membebaskan lembah hijau mereka datang ketika Dug menantang klub bertabur bintang milik Lord Nooth. “We challenge the champion!”, begitulah Dug menantang Lord Nooth di sebuah stadion ketika Real Bronzio sedang bertanding.

Ceritanya pun sebagaimana kisah film pada umumnya. Jika Dug menang maka Lord Nooth akan melepaskan lembah hijau, dan jika Dug kalah maka seluruh manusia gua akan menghabiskan sisa hidupnya sebagai pekerja tambang. Pada sisi ini mirip kamp konsentrasi era NAZI.

Meskipun manusia gua tidak bisa bermain sepakbola era perunggu, namun mereka memiliki memori melalui relief. Setiap hari mereka menyaksikan relief yang menggambarkan nenek moyang mereka menendang sebuah benda bulat, yang dikemudian hari pada masa perunggu disebut ball (bola).

Bagaimana mereka harus menghadapi Real Bronze dengan cara sepakbola zaman perunggu? Modal mereka hanya melihat relief leluhur yang disangkanya berburu hewan bulat kecil. Pertolongan datang dari Goona, seorang manusia zaman perunggu yang kasihan dengan para manusia gua. Dewa penolong ini tentunya bukan Amerika Serikat atau bahkan Yunani yang sedang memanas dengan grexit (Greece Exit). Secara tersirat, mungkin dewa penolong tersebut adalah Perancis. Meskipun hingga saat ini bertahan dan merasa nyaman di UE, namun Perancis memiliki ikatan sejarah kuat semenjak Perang Dunia 1 dengan Inggris.

Selain huru hara brexit, Early Man rilis menjelang Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia pada Juni – Juli yang lalu. Sebagai negara yang konon katanya menemukan sepakbola modern, prestasi tim nasional Inggris di Piala Dunia jauh dari kata membanggakan. Mereka hanya mampu juara sekali itupun pada Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris. Setelah itu, mereka tidak sanggup lagi berbicara banyak di pentas internasional.

Menyambut Piala Dunia 2018 kemarin, Inggris mengusung jargon “Football is coming home”. Bangsa Inggris memiliki kerinduan prestasi internasional. Pasca 1966, prestasi terbaik mereka adalah semifinal di Piala Dunia 1990, Italia. Setelah itu, mereka hanya mampir sebagai penggembira di perhelatan Piala Dunia. Bahkan, mereka pun beberapa kali sempat tidak lolos ke putaran final Piala Dunia.

Sebagai negara yang memiliki industri sepakbola prestisius, dihuni oleh klub-klub elit seperti Manchester United, Arsenal, Liverpool, maupun Chelsea, ternyata tidak memberikan kontribusi yang cukup baik prestasi tim nasional. Prestasi mereka hanya pada level klub dan itu pun dihuni oleh pemain kunci dari negara luar Inggris.

“Football is coming home” dan spirit “We challenge the champion” Early Man, memberikan dampak yang cukup baik bagi tim nasional Inggris di Rusia 2018. Setelah terakhir masuk semifinal 28 tahun silam di Italia, mereka mampu mengulang prestasi tersebut di Rusia 2018. Meskipun tidak sampai juara, namun sudah cukup baik bagi Hary Kane dan kawan-kawan untuk mengulang prestasi Gary Lineker.

Film, bagaimanapun adalah karya seni yang tidak muncul begitu saja tanpa referensi realitasnya. Brexit adalah fenomena tersirat dalam Early Man, dan sepakbola muncul sebagai realitas tersuratnya. Art for art (seni untuk seni) hanya bisa diterima dalam lingkungan akademis, namun dalam pergaulan internasional, yang berlaku adalah art for politics (seni untuk politik).

Early Man diproduksi dengan biaya yang diperkirakan mencapai 50 Juta US Dollar. Namun, memasuki semester kedua semenjak rilis, peroleh Early Man benar-benar masih di zaman batu. Data dari ww.boxofficemojo.com menunjukkan hingga Agustus 2018 Early Man baru mendapatkan total 53,4 Juta US Dollar. Pendapatan ini tentu saja tidak cukup baik mengingat selain biaya produksi juga dibutuh biaya distribusi yang cukup besar. Pemutaran Early Man di negaranya sendiri hanya mampu menghasilkan 2 Juta US Dollar. Hasil yang cukup besar diperoleh dari pemutaran di Amerika Serikat sebesar 8,2 Juta US Dollar.

Pemutaran Early Man di daratan Eropa memperoleh hasil yang sangat merosot dibandingkan Wallace and Gromit: Curse of Were Rabbit. Jerman, negara Eropa yang biasanya menjadi pundi film-film Hollywood pun ternyata hanya menghasilkan 1,6 Juta US Dollar. Hanya Perancis yang mampu memberikan pendapatan sebesar 6,8 Juta US Dollar.

Apakah anjloknya Early Man di daratan Eropa dikarenakan sentimen Brexit? Perlu penelitian khusus untuk mengetahuinya. Di negara asal kapten Real Bronze, Jurgend, pemutaran Early Man benar-benar  tidak sebaik film-film lainnya. Angela Merkel, kanselir Jerman, adalah orang yang paling bersuara keras tentang Brexit. Pun, tidak bisa dikatakan juga bahwa perkataan Dug “We Challenge The Champion” sebenarnya ditujukan kepada Jerman.

Meskipun secara komersil tidak begitu baik hingga masuk semester kedua pasca rilis, Early Man menampilkan teknik stopmotion yang secara visual sangat baik kualitasnya. Penggabungan alur cerita dan teknik pengerjaan menempatkan Early Man layak memenangkan Academy Award maupun Annie Award.

One thought on “Early Man, Brexit, & Football is Coming Home

  1. Great – I should certainly pronounce, impressed with your website. I had no trouble navigating through all the tabs and related info ended up being truly easy to do to access. I recently found what I hoped for before you know it in the least. Reasonably unusual. Is likely to appreciate it for those who add forums or something, website theme . a tones way for your client to communicate. Excellent task.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *