“Kimos” & Walt Disney

courtesy: www.jacketflap.com

Bagi mereka yang mengalami masa kecil di era 70-an, 80-an, dan 90-an tentunya masih familiar dengan istilah “kimos”. Kimos adalah film kartun produksi Walt Disney Studio yang ketika itu sering diputar di televisi nasional, TVRI. Kimos adalah istilah slang yang berasal dari “Mickey Mouse”. Lidah orang Indonesia yang cenderung mempermudah pengucapan menyebut Mickey Mouse dengan “kimos”. Pada akhirnya, semua film kartun yang tayang di TVRI ketika itu disebut dengan istilah “kimos” meskipun itu Donald Duck, Popeye, atau Woody Woodpecker.

Mickey Mouse
courtesy: Clipart Panda

Karakter Mickey Mouse diciptakan dari ide seorang kartunis Amerika Serikat yang kelak akan menjadi legenda dunia animasi. Kartunis tersebut bernama Walter Elias Disney, atau lebih dikenal dengan panggilan Walt Disney.

Walt Disney lahir di Chicago, Amerika Serikat, pada 5 Desember 1901 dan meninggal di California, Amerika Serikat, pada 15 Desember 1966. Bukan hanya legenda “kimos” yang diciptakan oleh Walt Disney, tetapi juga ada legenda Donald Duck. Mickey Mouse dan Donald Duck adalah dua karakter kartun ciptaan Walt Disney yang dikenal hingga belahan dunia dan memiliki penggemar lintas generasi.

Walt Disney

Karir Walt Disney sebagai kartunis bermula pada tahun 1920. Karirnya sebagai kartunis ditunjang oleh bakatnya dalam menggambar obyek-obyek hidup yang ada di sekitarnya. Walt Disney menjalani masa SMA-nya di Mckinley High School dan menjadi kartunis pada koran sekolah tersebut. Pada tahun 1918, Waltt Disney mendaftar di militer dan dikirim ke Perancis sebagai sopir mobil ambulan. Namun, sesampainya di Perancis Perang Dunia 1 telah usai. Walt Disney mengisi waktu luangnya selama tugasnya di Perancis dengan menggambar kartun di sisi ambulannya sebagai hiasan. Beberapa hasil karyanya sempat diterbitkan oleh majalah militer Amerika, yaitu Stars and Stripes.

Walt Disney kemudian pulang ke Amerika dan bekerja sebagai seniman magang di studio seni Pesmen Rubin di Kansas. Pekerjaan Walt Disney ketika itu adalah menggambar ilustrasi komersil untuk iklan, teater pamflet, katalog. Di pekerjaan barunya ini, Walt Disney berteman dengan sesama juru gambar, yaitu Ub Iwerks.

Pendapatan Pesmen-Rubin yang menurun membuat Walt Disney dan Ub Iwerks harus dipecat. Mereka berdua kemudian mendirikan studio sendiri yang bernama Iwerks-Disney Commercial Artist. Usaha mereka berdua ini hanya berumur singkat karena kekurangan klien. Walt Disney kemudian bekerja pada sebuah perusahaan Iklan Film Kansas City yang dijalankan oleh A.V. Cauger. Perusahaan ini menjalankan bisnis produksi iklan dengan teknis animasi potongan atau cut animations. Tempat kerja yang baru ini membuat Walt Disney tertarik dengan animasi. Berbekal buku animasi pinjaman dan kamera, Walt Disney mulai melakukan eksperimen di rumah.

Kemudian, Disney mendirikan Laugh-O-Gram Studio dan ternyata juga tidak berumur panjang. Hal ini membuat Disney kemudian pindah ke Holywood, Los Angeles, pada Juli 1923. Kesuksesan Disney beraawal dari Hollywood ketika seorang distributor film asal New York mencari sebuah seri baru film kartun. Disney kemudian menjual seri Alice in Wonderland yang sebelumnya gagal di Laugh-O-Gram Studio. Disney kemudian menandatangi kontrak untuk membuat Alice in Wonderland sebanyak enam seri. Disney dan saudaranya, Roy, kemudian membuat Disney Brothers Studio (kelak menadi Walt Disney Company) untuk memproduksi Alice in Wonderland. Disney juga membujuk kawan lamanya, Ub Iwerks untuk pindah ke Hollywood.

Tahun 1928, Disney dan Ub Iwerks mendasain karakter baru yang kelak akan dikenal dengan nama Mickey Mouse. Ub-Iwerks mendesain karakter Mickey dan Disney menyempurnakan karakternya agar lebih hidup. Disney juga menjadi dubber untuk suara Mickey.

Mickey Mouse pertama kali tayang pada bulan Mei 1928 dengan judul Plane Crazy. Tayang pertama ini untuk uji coba sekaligus tes skrining. Film selanjutnya, The Gallopin Gaucho, gagal tayang karena tidak mendapatkan distributor. Terinspirasi dengan The Jazz Singer, film musikal yang populer di Amerika Serikat tahun 1927, Walt Disney kemudian memadukan suara musik ke dalam Mickey Mouse dan menghasilkan Steamboat Willie, film kartun bersuara pertama.

Setelah Steamboat Willie selesai, Walt Disney menandatangani kontrak dengan Pat Powers, mantan eksekutif di Universal Pictures. Walt Disney menggunakan Power Cinephone untuk melakukan rekaman. Cinephone kemudian juga menjadi distributor untuk film-film Disney. Tidak lama kemudian, kartun produksi Walt Disney menjadi populer di Amerika Serikat. Mickey Mouse dan film-film lainnya seperti Silly Symphonies menjadi serial yang sangat sukses di Amerika.

Popularitas film-film Disney ternyata berakibat putusnya kontrak dengan Cinephone. Walt Disney merasa bagi hasil dengan Pat Powers terlalu rendah dan meminta kenaikan pembayaran. Permintaan Walt Disney tidak disetujui dan malah kemudian Ub Iwerks dibajak untuk pindah ke Cinephone. Walt Disney kemudian menjalin kontrak baru dengan distributor film lainnya, yaitu Columbia Pictures. Kerjasama dengan Columbia Pictures inilah yang membawa Mickey Mouse mencapai popularitas secara internasional.

Disney selalu menyesuaikan produksinya dengan perkembangan teknologi. Pada tahun 1932, Disney memproduksi Flowers and Trees dalam bentuk film berwarna teknik 3 strip. Penggunaan warna 3 strip ini digunakan hingga tahun 1935. Tampilan kelanjutan dari serial Silly Simphonies semuanya juga berwarna.

Flowers and Trees ini mengantarkan Walt Disney mendapatkan Piala Oscar untuk kategori best Short Subject (Cartoon) pada tahun 1932. Walt Dinsey juga mendapatkan nominasi Oscar kategori yang sama untuk film pendek Mickey’s Orphans. Honorary Award juga didapatkan Walt Disney untuk penciptaan karakter Mickey Mouse.

Courtesy: Disney Wiki

Tahun 1934, Disney memulai pembuatan film kartun dengan durasi yang panjang. Film panjang (feature film) pertamanya adalah Snow White and The Seven Dwarfs yang diadaptasi dari cerita rakyat. Film yang diproduksi selama empat tahun tersebut diperkirakan akan membuat Disney bangkrut mengingat dana yang digunakan mencapai 1,5 Juta US Dollar. Bahkan, ketika itu muncul istilah Disney Folly untuk mengejek proyek baru Walt Disney.

Film panjang ini dibuat dalam bentuk film animasi berwarna dan bersuara. Untuk mendapatkan hasil yang lebih realistik, Walt Disney mengirim beberapa animatornya kursus di Chouinard Art Institut. Animator Dinsey kemudian mengembangkan kamera multiplane yang memungkinkan gambar pada potongan kaca diatur pada berbagai jarak dari kamera sehingga menciptakan gambar ilusi yang dalam. Film pertama yang dibuat dengan menggunakan kamera multiplane adalah The Old Mill, yang pada tahun 1937 memenangkan Piala Oscar kategori Short Film untuk tampilan visualnya yang sangat mengesankan.

Walt Disney di depan kamera multiplane.
courtesy: www.jacketflap.com

Sebagian besar film Snow White sudah selesai ketika kamera multiplane mulai digunakan. Namun, Walt Disney menarik beberapa adegan dan diganti dengan adegan baru menggunakan kamera multiplane. Akhirnya, pada Desember 1937, Snow White ditayangkan perdana. Tidak seperti dugaan banyak orang yang meragukan, Snow White mendapatkan pujian dari para penonton dan kritikus film. Pada tahun 1938, Snow White bahkan menjadi film yang paling sukses. Sampai bulan Mei 1939, pendapatan Snow White mencapai 6,5 Juta US Dollar. Kesuksesan Snow White mengantarkan Walt Disney mendapatkan Honorary Award dari The Academy. Pada era ini, akan dikenal sebagai The Golden Age of Animation untuk Walt Disney.

Walt Disney kemudian memproduksi Pinocchio dan Fantasia. Meskipun memiliki kualitas yang setara dengan Snow White, namun penjualan di Eropa anjlok akibat Perang Dunia ke 2. Tahun 1941, Walt Disney merilis film baru dengan pengerjaan yang lebih sederhana, Dumbo. Film baru ini mendapatkan respon yang baik dari penonton maupun penonton.

Walt Disney terus memproduksi film-film animasi, baik jenis feature maupun short cartoon. Selama menggeluti dunia animasi, Walt Disney mendapatkan 26 Academy Awards (4 Honorary), 3 Golden Globe, dan 1 Emmy Award. Walt Disney meninggal pada 15 Desember 1966 di Burbank, California. Karyanya yang melegenda akan selalu dikenang hingga beberapa generasi ke depan, Mickey Mouse (Kimos). Mickey Mouse bersama Donald Duck, terus diproduksi dengan memadukan teknologi-teknologi terbaru hingga ke Animasi 3D CGI. Kesuksesan di layar kaca membawa Mickey Mouse dan Donald Duck juga diterbitkan dalam bentuk komik. Warisan lainnya tentu saja adalah Walt Disney Studio, yang hingga kini terus menghasilkan film-film animasi dengan memadukan unsur seni dan teknologi.

________

Referensi:

Mickey Mouse, https://en.wikipedia.org/wiki/Mickey_Mouse

Walt Disney, https://en.wikipedia.org/wiki/Walt_Disney

2 thoughts on ““Kimos” & Walt Disney

  1. Attractive part of content. I simply stumbled upon your website and in accession capital to claim that
    I get in fact enjoyed account your weblog posts.
    Any way I’ll be subscribing to your augment or even I fulfillment you get admission to constantly fast.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *