The Silent Age of Animation

The Silent Age of Animation

Animasi bukanlah sebuah fenomena baru yang datang tiba-tiba. Animasi sudah ada semenjak ribuan tahun yang silam, jauh sebelum manusia mengenal peradaban modern. Pada hampir semua kebudayaan di dunia, sudah mengenal animasi dalam bentuknya yang paling mula, sesuai dengan tradisi yang dimiliki.

Baca –> Animatografi

Pada era modern, animasi muncul sebagai sebuah industri menjelang peralihan abad ke 20. Diawali dari penemuan teknologi kamera dan kemudian penerapan teknologi tersebut untuk menghasilkan serangkaian gambar bergerak yang kelak dikenal sebagai “film”.

Sebagai sebuah seni, animasi modern berawal dari beberapa penemuan teknologi kamera seperti praxinoscope, zoetrope, flipbook, zoopraxinoscope, dan kinetoscope. Bersamaan dengan berkembangnya film-film live action, film animasi pun turut serta memasuki dunia entertainment meskipun masih dalam skala yang sangat minor.

Pada fase paling awal seni animasi modern, film-film animasi masih berkutat pada beberapa pionir dari Eropa seperti Emile Reynaud, Emile Cohl, atau Vladislav Starevich. Dimulai dari hasil kerja Emile Reynauld melalui teater optik di Museum Grevin, Paris. Teater optik, pertunjukkan film kartun pertama di dunia, tiga tahun sebelum bioskop ditemukan, merupakan bagian penting bagaimana film animasi membuka jalannya dalam industri hiburan. Pertunjukkan di Museum Grivin yang dilakukan pada 28 Oktober 1892 kelak akan diperingati oleh ASIFA sebagai International Animation Day.

Setelah Emile Reynauld berhasil membuka jalan, dilanjutkan oleh Emile Cohl yang merilis Fantasmagorie pada 17 Agustus 1908 di Paris. Fantasmagorie dianggap sebagai film animasi modern pertama karena murni semua strip di dalamnya merupakan hasil sketsa. Fantasmagorie benar-benar murni menggunakan hasil sketsa tanpa tambahan visual dari materi lainnya.

Setelah dua Emile dari Perancis, Vladislav Starevich kemudian melanjutkan film animasi pada track yang berbeda. Stopmotion, berhasil dikembangkan oleh animator Rusia ini di awal-awal pembentukan pondasi film animasi. Setelah duo Emile berhasil membuat film animasi dari hasil sketsa, maka Starevich berhasil menjadi pionir dalam film animasi stopmotion modern. Debut film stopmotion berhasil dibuat oleh Starevich melalui The Beautiful Lukanida pada tahun 1910.

The Beatutiful Lukanida tidak hanya tayang di Rusia, namun juga sampai ke daratan Inggris. Bahkan, pers Inggris ketika itu sempat menulis bahwa seekor serangga telah dilatih khusus oleh ilmuwan Rusia untuk bermain film.

Setelah dari Eropa, animasi juga merambah ke Amerika Serikat melalui Winsor McCay. Beberapa film animasi yang berhasil dikerjakan oleh McCay adalah Little Nemo, How a Mosquito Operates, dan Gertie The Dinosaur. Di daratan Amerika Serikat, nama lainnya yang cukup berjasa dalam film animasi terdapat nama J. Stuart Blackton yang lebih dahulu populer daripada Winsor McCay.

Stuart Blackton berhasil membuat The Enchanted Drawing pada tahun 1900. Film keduanya dibuat tahun 1906 dengan judul Humorous Phases of Funny Faces. Teknik yang digunakan oleh Blackton adalah filmm cutting atau stopmotion. Teknik yang ketika itu masih populer dalam pembuatan film kartun. Melalui hasil kerjanya, J. Stuart Blackton pun menjadi pionir film animasi di Amerika Serikat.

Pada masa-masa ini, film animasi meskipun sudah mulai populer namun masih mencari format yang bisa benar-benar masuk ke dalam industri film. Tahun 1910, dua animator Italia, Arnaldo Ginna dan Bruno Cora berhasil membuat film animasi dengan cara menggambar langsung ke dalam stok film. Teknik ini sama sekali berbeda dengan sketsa manual maupun stopmotion.

Teknik yang ditemukan animator Italia ini kemudian populer ditahun-tahun sesudahnya. Empat film berhasil dibuat melalui teknik ini yaitu Song of Spring, Flowers, A Chord of Colour, dan Stufy of the Effexts of Four Colours. Sayangnya, keempat film ini tidak berhasil didokumentasikan lagi karena ikut hancur dalam pengeboman Italia selama Perang Dunia ke 2.

Dari era teater optik hingga Felix The Cat (awal tahun 1920-an), film animasi masih diproduksi secara terbatas dan hanya menjadi sampingan dari film-film live action. Para penonton lebih memilih film-film live action yang bertema komedi seperti film-film Charlie Chaplin. Meskipun, pada masa-masa tersebut semua film baik live action maupun animasi masih terkendala teknologi sehingga hanya menampilkan dua warna dan tanpa suara.

Peralihan menuju era yang lebih baik dalam film animasi menemui jalannya ketika ditemukan teknologi suara dan multiwarna. Steamboat Willie, yang diproduksi oleh Walt Disney dan Ub Iwerks, berhasil membawa era baru, The Golden Age of Animation.

Referensi:

History of Animation: The Silent Era, https://www.zedemanimations.com/en/blog/history-of-animation-silent-era

The Film Era of Animation, http://zacharyespiritu.com/ArtOfAnimation/film-era.html

The First Sign of Abstact Animation, https://aminoapps.com/c/cartoon/page/blog/the-cartoon-revue-animation-the-silent-era-1910-1928/n5YS_LunGgLeNGQjgvVkkJZ4G5RgNj2

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *