The Renaissance Age of Animation

The Renaissance Age of Animation

Rentetan panjang masa-masa evolusi animasi memasuki babak baru setelah penemuan teknologi CGI (Computer Generally Image). Memasuki pergantian milenium, teknologi CGI yang berhasil lolos uji coba membawa wajah baru film animasi dengan tampilan 3D yang lebih mendekati referensi aslinya dibandingkan dengan teknologi sketsa atau 2D.

Inisiasi teknologi CGI yang dilakukan oleh Pixar melalui Toy Story, kemudian dilanjutkan oleh berbagai studio lainnya termasuk pemain kawakan seperti Walt Disney. Animo masyarakat yang meningkat terhadap film animasi dengan teknologi CGI juga melahirkan beberapa studio baru yang khusus memproduksi feature 3D CGI seperti DreamWorks Animation.

Teknologi merupakan salah satu hal yang mendorong film animasi keluar dari masa-masa kegelapan. Tampilan visual 2D selama puluhan tahun membawa kejenuhan bagi penggemar film animasi. Walt Disney berhasil memecah kejenuhan tersebut dengan Beauty and The Beast yang berhasil membawa Oscar. Keberhasilan Walt Disney memberikan harapan bagi animasi untuk kembali ke jajaran elit industri film Hollywood.

Baru pada tahun 1995, ketika Pixar merilis Toy Story, kejenuhan mata audiens akan film-film animasi terobati dengan suguhan yang benar-benar baru. Setahun sebelumnya, revolusi animasi di layar kaca telah dimulai dengan serial televisi ReBoot yang dirilis oleh studio dari Kanada, Mainframe Entertainment. Serial televisi CGI ini pertama kali tayang di ABS, Amerika Serikat.

Namun, meskipun inisiasi teknologi CGI sangat berhasil dilakukan oleh Pixar, sebagian besar animasi pada masa-masa ini masih berkutat dengan teknologi 2D. Era 90-an awal merupakan masa-masa dimana film animasi berusaha kembali ke level atas setelah tenggelam ke dalam film-film serial televisi berbiaya rendah dengan kualitas yang hanya bisa disebut lumayan. Masa-masa kegelapan benar-benar menenggelamkan animasi ke dalam stigma film khusus anak-anak.

Akhir dari masa kegelapan animasi ditandai dengan masa-masa renaissance. Menurut beberapa akademisi perfilman animasi, masa renaissance animasi berlangsung pada akhir 80-an hingga awal 2000-an. Masa ini ditandai dengan peningkatan signifikan dalam kualitas dan artistik dibandingkan dengan era keemasan animasi.

Hingga awal 80-an, industri animasi masih berkutat dengan nasibnya yang suram. Animasi hanya sebatas serial televisi dengan biaya yang murah dan tanpa visi artistik. Produksi animasi pada masa-masa suram ini seperti He-Man, My Little Pony, Jem, dan TunderCats. Serial televisi ini secara visi dan artistik hanya merupakan konsumsi anak-anak.

Walt Disney sebagai studio animasi memiliki kontribusi yang cukup besar untuk mengakhiri era kegelapan animasi.  Pada akhir 80-an, animasi layar lebar secara bertahap mulai mendapatkan animo yang cukup baik. Walt Disney terus memproduksi film-film feature meskipun di era 70-an mengalami box office bomb. Bahkan, Walt Disney terancam gulung tikar setelah gagal total secara komersil melalui The Black Cauldron pada tahun 1985.

Harapan feature film animasi mulai terbuka setelah Steven Spielberg memproduksi American Tail dan The Land Before Time untuk Amblin Entertainment. Feature film animasi garapan Spielberg ini cukup berhasil secara komersil dan memberikan harapan kepada studio animasi lainnya (termasuk Disney), bahwa era animasi berbiaya tinggi belum berakhir.

Disney kemudian memproduksi The Great Mouse Detective dan dilanjutkan dengan Oliver & Company. Dua feature Disney ini cukup berhasil memberikan nafas baru setelah nyaris gulung tikar. Tahun 1989, Disney memproduksi The Little Mermaid yang berhasil secara komersil. Namun, keberhasilan ini tidak diikuti oleh The Rescue Down Under yang ternyata gagal mengulang keberhasilan The Little Mermaid.

Memasuki tahun 1990-an, Disney akhirnya berhasil menyingkir dari bayang-bayang gulung tikar setelah Beauty & The Beast tidak hanya meraup blockbuster tetapi juga mendapatkan Oscar. Film berikutnya, Alladin dan The Lion King mengembalikan Disney ke posisi aman setelah berhasil menjadi blockbuster.

Disney juga berperan dalam popularitas Toy Story. Sebagai film baru bergenre 3D, Disney menjadi distributor garapan Pixar dan akhirnya mempopulerkan teknologi CGI. Pada masa-masa ini, era kegelapan animasi berhasil diakhiri meskipun membawa mindset bahwa All Animation is Disney. Di akhir 90-an, muncullah kompetitor Disney yang memfokuskan pada produksi CGI, DreamWork Animation.

Era kegelapan yang berhasil diakhiri dan memasuki era kelahiran kembali (renaissance) tidak hanya melulu berkutat pada artistik 2D dan kecanggihan CGI. Aardman Animation yang berhasil dari benua yang jauh berhasil mengembangkan animasi klasik stopmotion. Chicken Run yang diproduksi Aardman berhasil menampilkan stopmotion dengan wajah baru yang nyaris menjadi kompetitor teknologi CGI. Chicken Run yang dibintangi Mel Gibson ini menjadi blockbuster dan menjadi wajah baru yang memperkaya era kelahiran animasi.

Memasuki pergantian milenium, animasi benar-benar telah kembali menjadi industri prestisius dan tidak berkutat sekedar film anak-anak. Tampilan visual 2D yang lebih artistik, CGI, dan stopmotion gaya Aardman, dengan perpaduan cerita yang lebih imajinatif membuat animasi lebih kompetitif dan komersil. Melihat animo animasi yang meningkat, Academy Award kemudian membuat kategori khusus untuk film animasi, Best Animated Feature Fim of The Year. Selanjutnya, animasi memasuki era yang dikenal dengan nama The Millenium Age of Animation.

Referensi:

Disney Rennaissance, https://en.wikipedia.org/wiki/Disney_Renaissance

Modern Animation in The United States, https://en.wikipedia.org/wiki/Modern_animation_in_the_United_States

The Renaissance Age of Animation, https://tvtropes.org/pmwiki/pmwiki.php/UsefulNotes/TheRenaissanceAgeOfAnimation

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *