“Little Nemo” Winsor McCay

“Little Nemo” Winsor McCay

Winsor McCay Award, merupakan salah satu dari lima Jury Award yang diberikan dalam penghargaan tahunan khusus film animasi, Annie Award. Jury Award terdiri dari lima bagian yang tiga diantaranya  diambil dari nama orang-orang yang dianggap memiliki kontribusi besar bagi perkembangan dunia animasi, yaitu June Foray, Ub Iwerks, dan Winsor McCay.

Winsor McCay merupakan animator berkebangsaan Amerika Serikat dan dianggap sebagai salah satu pelopor film animasi. Animator kelahiran Michigan, Amerika Serikat, 26 September 1867 ini mengawali karirnya sebagai kartunis di surat kabar.

Menginjak usianya ke 21, McCay memulai pekerjaannya sebagai juru gambar poster dan billboard pada sebuah perusahaan di Chicago. Selanjutnya, McCay bekerja sebagai ilustrator dan kartunis pada beberapa surat kabar di Cincinnati, Ohio, dan New York City.  Tahun 1904, McCay berhasil membuat dua komik yang cukup berhasil secara komersil maupun popularitas, yaitu Little Sammy Sneeze dan Dream of the Rarebit Fiend. Setahun kemudian, McCay membuat komiknya yang terkenal, Little Nemo in Sumblerland. Komik strip ini dipublikasikan oleh New York Herald sampai tahun 1911.

Little Nemo merupakan strip komik tanpa plot yang menampilkan sisi protagonis McCay di masa mudanya. Salah satu kelebihan strip komik ini adalah dibuat dengan sangat terperinci. Tahun 1909, McCay berhasil menampilkan “gambar cepat” karakter kartun yang dibuatnya sendiri. Hasil kerja Emile Cohl dan Stuart Blackton kemudian memberikan inspirasi bagi McCay untuk bereksperimen dalam film animasi. Hasilnya, McCay berhasil dengan sangat baik membuat Little Nemo versi film animasi.

Little Nemo versi animasi kemudian diikuti oleh How Mosquito Operates (1912) dan film animasi paling terkenal dari McCay, Gerti the Dinosaurus (1914). Sebagian besar karakter katur di awal abad ke 20 berasal dari komik surat kabar. Gerti merupakan perkecualian karena dibuat khusus sebagai karakter dalam film animasi.

Film Gerti the Dinosaurus terdiri lebih dari 10 ribu gambar yang semuanya dikerjakan sendiri oleh McCay. Latar belakang dan obyek animasi semuanya semuanya harus digambar lagi karena belum ada teknologi untuk menjaga obyek agar tidak bergerak dari satu frame ke frame lainnya. Teknik yang berhasil diterapkan pada Gerti ini kemudian berkembang menjadi standar industri animasi hingga beberapa puluh tahun sesudahnya.

Meskipun Gerti mengalami sukses besar, atasan McCay disurat kabar memintanya secara eksklusif untuk berkonsentrasi membuat kartun editorial selama beberapa tahun. Baru pada tahun 1918, McCay membuat film animasi The Sinking of the Lusitania, salah satu film animasi pertama yang menggunakan prose animasi cel yang setiap adegan diambil melalui seluloid yang lebih jelas daripada kertas. Proses ini mengurangi kebutuhan banyaknya latar belakang dan obyek-obyek diam.

The Sinking of the Lusitania menceritakan tentang kapal yang diserang oleh kapal selam Jerman di Laut Conard. Ilustrasi dalam film ini dibuat melaui gambar manual berdasarkan foto. McCay menggambarkan adegan dalam film tersebut mulai dari kapal Lusitania yang  meninggalkan pelabuhan New York. Secara detail, McCay menggambarkan bagaimana kapal tersebut terkena torpedo, penyelematan penumpang, hingga kematian yang berkahir dengan tenggelamnya Lusitania.

Dibutuhkan sebanyak 25 ribu gambar untuk menyelesaikan Lusitania. Film ini merupakan film pertama McCay yang dibuatnya melalui seluloid transparan. Dengan menggunakan teknik ini, gambar untuk latar belakang bisa digunakan berulang-ulang. Selama delapan bulan dibutuhkan McCay untuk menyelesaikan Lusitania hingga rilis pada Juli 1918.

Setelah Lusitania, McCay masih sempat membuat beberapa film animasi, yaitu Bug Vaudeville (1921), The Pet (1921), The Flying House (1921), The Centaurs (1921), Gertie on Tour (1921), Flip’s Circus (1921), Performing Animal (tahun tidak diketahui).

Pengaruh McCay terhadap kartun dan animasi tidak bisa dilebih-lebihkan. Dalam rentang seratus tahun sejak pertama rilis, Little Nemo dan Gerfie menjadi contoh bagaimana seni ilustrasi memberikan jalan bagi munculnya industri animasi. Teknik dan seni animasi peninggalan McCay terbukti memberikan pengaruh yang penting dalam film-film Walt Disney, Hanna-Barbera, animasi stopmotion, kartun surat kabar, dan juga dalam karya seniman Chris Ware.

Winsor McCay akhirnya dikenal sebagai “Father of the Animated Cartoon”. Film animasi memang tidak dipelopori oleh McCay, namun dia berjasa besar dalam pengembangannya secara praktik dan memberikan teknik dasar kartun yang masih digunakan hingga sekarang. Little Nemo in Slumberland dikenang sebagai komik strip yang paling fantastis dalam sejarah surat kabar.

Winsor McCay ketika mengerjakan Little Nemo (1911). Courtesy: www.en.wikipedia.org

McCay menutup mata pada 26 Juli 1934 di New York. Ketika itu, film animasi sudah menjadi industri raksasa hiburan di Amerika Serikat. Untuk menghormati jasa-jasanya, Annie Award mengabadikan namanya untuk penghargaan Winsor McCay Award pada tahun 1974. Winsor McCay mendapatkan kehormatan sebagai animator pertama yang mendapatkannya.

Referensi:

Winsor McCay, https://www.encyclopedia.com/people/philosophy-and-religion/biblical-proper-names-biographies/winsor-mccay

Winsor McCay, https://www.illustrationhistory.org/artists/winsor-mccay

Winsor McCay: American Animator, https://www.britannica.com/biography/Winsor-McCay

Winsor McCay, https://en.wikipedia.org/wiki/Winsor_McCay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *