Emile Reynaud

Emile Reynaud

Pelopor film animasi yang dicatat oleh ASIFA bukanlah para animator dari Hollywood, bukan pula Walt Disney yang berhasil membangun industri animasi, tetapi adalah orang Perancis yang bernama Emile Reynaud. Sebagai bentuk penghormatan terhadap sumbangsihnya dalam dunia animasi modern, ASIFA mengadakan even tahunan International Animation Day (IAD) yang diselenggerakan setiap tanggal 28 Oktober. Penyelenggaraan IAD setiap 28 Oktober bertepatan dengan rilis perdana animasi karya Emile Reynaud yang dilakukan pada 28 Oktober 1892 di Paris, Perancis.

Emile Reynaud lahir pada 8 Desember 1844 di Montreuil-sous-Bois, Perancis. Ayahnya adalah seorang pembuat jam dan ibunya seorang guru sekolah yang juga memiliki minat dalam melukis. Masa kecil Emile tidak mengenyam pendidikan sekolah formal karena orang tuanya yang mendidiknya langsung, baik di rumah maupun mengenalkannya ke alam sekitarnya. Orang tuanya menekankan bahwa belajar harus dengan hati yang gembira. Emile mengikuti semua yang diajarkan oleh orang tuanya dengan penuh semangat. Emile kecil mempelajari tumbuh-tumbuhan, zoologi, astronomi, fisika, dan banyak hal lainnya.

Setelah ayahnya meninggal, Emile meninggalkan Paris bersama ibunya dan tinggal di Puy-en-Velay. Emile kemudian belajar di perpustakaan besar milik pamannya yang ahli bedah. Dia menyempurnakan pengetahuannya dalam bidang anatomi, fisiologi, kedokteran, serta bahasa Yunani dan bahasa Latin.

Pada tahun 1873 sampai 1877, Emile menjadi profesor di Ecoles Industrielle du Puy sebagai pengajar fisika dan ilmu-ilmu alam. Emile mengajar di sore hari dan mengambil tempat di sebuah hall kota. Dalam metode mengajarnya, Emile menggunakan sebuah overhead proyektor untuk mengilustrasikan bahan yang disampaikannya.

Tahun 1876, Emile menyelesaikan penemuan pertamanya, “praxinoscope” yang kemudian dipatenkan pada tahun 1877. Praxinoscope adalah sebuah alat optik yang dibuat untuk menghasilkan gerakan ilusi. Alat ini terdiri dari sebuah kurungan yang memiliki 12 cermin dan sebuah drum metal, di dalamnya dimasukkan sebuah strip kartun yang mewakili 12 frame subyek atau gambar yang bergerak.

Dengan memutar drum secara cepat dan melihat gambar yang dipantulkan oleh cermin, dimungkinkan  untuk melihat urutan film animasi dengan lancar. Sebuah pertunjukkan singkat yang bisa dilihat beberapa orang pada saat bersamaan. Ketika itu, pertunjukkan Emile sudah cukup membuat para penontonnya kagum akan kemahiran dan nilai seni gambar-gambar yang semuanya dilukis oleh Emile Reynaud. Penemuan Emile ini menghasilkan pertunjukkan animasi yang lebih rapi, jelas, dan gambar yang lebih besar. Emile memutuskan kembali ke Paris dan mengomersilkan praxinoscope. Penemuannya terjual cukup baik di berbagai departemen store besar, seperti di Bon Marche dan Leuvre.

Meskipun sukses secara komersil, Emile terus menyempurnakan penemuannya. Tahun 1879, Emile menciptakan teater praxinoscope. Subyek masih berupa strip kartun 12 frame, namun set di background hitam bergerak pada tahap yang tetap. Setahun kemudian, Emile berhasil membuat proxinoscope proyeksi. Cara kerjanya tetap sama, namun sebuah lentera ditambahkan sebagai proyeksi gambar ke layar. Hal ini membuat animasi yang dihasilkan bisa dilihat lebih banyak orang. Karakter digambar pada pelat kaca yang dihubungkan dengan potongan kain, sedangkan strip kartun masih berisi 12 frame.

Tahun 1889, Emile berhasil membuat penemuannya lebih sempurna. Teater optik yang dibuatnya merupakan proxinoscope besar yang memungkin strip panjang dan tidak terbatas (pendahulu teknologi syuting). Strip-strip bergerak tersebut dilubangi secara berkala dan bergerak dari roll ke roll lainnya.

Emile dengan tekun menggambar sendiri gambar untuk frame di atas kertas film yang jumlahnya mencapai 500 hingga 600 frame setiap stripnya. Hasil kerja kerasnya ini membuatnya berhasil melakukan pertunjukkan dengan penonton yang lebih banyak.

Poster Teater Optik
(courtesy: wikipedia)

Tiga tahun sebelum penemuan bioskop, Emile Reynaud melakukan pertunjukkan kartun pertama (teater optik) di Museum Grevin, Paris,  yang mendapat apresiasi luar biasa dari para penontonnya. Pertunjukkan animasi pertama ini dilakukan pada 28 Oktober 1892. Pertunjukkan ini menampilkan beberapa cerita yang berjudul Pauvre Pierrot, Un Bon Bock, dan Clown et ses Chiens. Para penonton menjuluki karya Emile sebagai “pantomim bercahaya”. Semua cerita ini ditulis dan digambar sendiri oleh Emile. Dalam pertunjukkan perdana tersebut, Emile dibantu oleh Gaston Paulin yang bertindak sebagi penata musik.

Pertunjukkan Emile di Museum Grevin berlangsung hingga tahun 1900. Sekitar 500 ribu orang telah menonton pertunjukkan Emile. Namun, panggilan sebagai seorang inventor dalam diri Emile  membuatnya  menyempurnakan praxinoscope. Dia mulai melakukan berbagai penelitian selama bertahun-tahun. Tahun 1907, Emile berhasil menyempurnakan turunan praxisnoscope, yaitu sinema stereo, yang memungkinkan penonton menyaksikan animasi strip tiga dimensi (3D).

Pada 9 Januari 1918, Emile Reynaud akhirnya menutup usia di Ivry-sur-Seine. Pertunjukkan pertamanya pada 28 Oktober 1892 diperingati sebagai International Animation Day oleh ASIFA. Berbagai negara yang memiliki cabang ASIFA memperingati IAD dengan caranya masing-masing sesuai dengan dinamika animasi di negaranya.

Emile Reynaud
(courtesy: wikipedia)

Daftar Penemuan Emile Reynaud:

  • The Praxinoscope, 1876
  • The Praxinoscope-jouet (Toy praxinoscope), 1877
  • The Praxinoscope-théâtre, 1879
  • The Projecting praxinoscope, 1880
  • Image bands with central perforation.
  • The Théâtre Optique, 1888
  • The Stéréo-cinéma (animations in 3D), 1907

(sumber: Wikipedia)

Praxinoscope tahun 1882 (courtesy: wikipedia)

__________

Referensi:

Sylvie Saerens, Emile Reynaud, http://www.lips.org/bio_Reynaud_GB.html

Stepen Herbert, Charles-Emile Reynaud,  http://www.victorian-cinema.net/reynaud

Charles-Emile Reynaud , https://en.wikipedia.org/wiki/Charles-%C3%89mile_Reynaud

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *